Akuaponik Era New Normal

Akuaponik Era New Normal : Masalah, Solusi dan Peluang Ekonomi

Secara umum kendala akuaponik pasti terjadi di hidroponik, bahkan bisa lebih parah. Salah satu kendala tersebut berupa tidak optimalnya pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan dicirikan dengan visual warna dan bentuk daun. Perubahan pada daun tersebut sebagai indikasi adanya masalah yang hinggap pada tanaman. Masalah pada tanaman tersebut terdiri dari daun keriting, daun kuning, dan daun berlubang akibat hama.

Pada tanaman dengan daun keriting adalah hama pada daun misalnya thrips dan kutu. Ciri thrips adalah serangga dengan ukuran tubuh dalam satuan milimeter yang biasanya berlindung di balik daun. Thrips ini biasanya menghisap cairan pada daun muda dan bunga sehingga daun menjadi mengkerut dan akhirnya terlihat keriting. Ukuran tubuh thrips lebih kecil dibandingkan ukuran kutu meskipun keduanya sebagai hama. Perbedaan dengan kutu adalah dari segi ukurannya yang lebih besar dari thrips. Kutu juga bisa menjadi vektor (penghubung) penyakit pada daun atau bunga. Vektor dibagi menjadi dua jenis yakni vektor mekanik dan vektor biologi, vektor mekanis adalah jenis vektor yang umumnya menularkan penyakit tanpa terjadi perubahan fase dalam daur siklus hidupnya. Vektor biologis adalah jenis vektor yang menularkan penyakit disertai dengan perubahan fase daur hidupnya dan kutu termasuk vektor mekanis.

Solusi untuk mengantisipasi thrips atau kutu yakni dengan penyemprotan pada kutu atau thrips dengan larutan deterjen dengan takaran satu sendok per liter air. Disemprot pada bagian yang ada kutunya yakni di bawah daun dan penyemprotan dilakukan selama masih terdapat kutu saja. Tak lupa jaga tingkat kelembaban tanamannya, jangan sampai terlalu rindang sehingga kutu atau thrips mudah hinggap.

Visual berikutnya yakni daun berwarna kuning, yang bisa jadi disebabkan oleh kekurangan unsur hara atau penyakit. Jika kekurangan unsur hara dicirikan dengan warna kuning yang merata, dan jika penyakit maka warna kuningnya berupa spot / pada titik tertentu. Apabila warna kuning merata di daun tua maka dicirikan sebagai kondisi tanaman yang kekurangan unsur makromineral dan jika di daun muda maka terjadi kekurangan unsur mikro mineral (pada akuaponik penyebab kekurangan mineral tersebut salah satunya adalah mineral terserap oleh ikan sehingga asupan mineral untuk tanaman berkurang). Solusinya yakni dengan penambahan mineral makro atau mikro sesuai kebutuhan tanaman tersebut.

Apabila warna kuning karena penyakit (bakteri atau virus) maka solusinya yakni diberikan bakterisida atau pestisida disesuaikan dengan jenis penyakit.

Pada daun yang terkena hama umumnya biasanya dicirikan dengan adanya lubang pada daun penyebab umumnya adalah akibat serangan ulat yang cukup masif, kehadirannya menyebabkan daun tanaman menjadi berlubang bahkan sampai habis.  Solusi untuk mengatasi ini adalah dengan cara penyemprotan larutan deterjen (satu sendok deterjen per satu liter) pada malam hari, karena ulat sering muncul di malam hari.

Masalah lainnya di akuaponik selain tanaman adalah pada ikan. Ikan selain membutuhkan makanan, ikan juga membutuhkan mineral mikro. Mineral makro bisa dipenuhi lewat pakan yakni pelet. Jumlah sisa buangan pakan dan feses menyebabkan limbah organik menjadi besar dan akhirnya menyebabkan ikan terkena penyakit akibat kadar amonia (zat racun) menjadi tinggi melebihi baku mutu normal (0.01 mg / L) yang dicirikan dengan bau yang menyengat dan warna coklat yang berlumpur. Endapan ini bisa memicu penyumbatan pada filter / saringan sistem resirkulasi sehingga berbahaya dapat menyebabkan korseleting listrik. Ciri lainnya adalah EC (Electrical Conductivity) nya tidak sesuai dengan standar normal yakni kurang atau melebihi 1.8 – 2 mS/cm, sehingga berdampak tanaman layu dan akhirnya busuk. Kondisi keracunan tersebut bisa diantisipasi bila kadar amonianya bisa dikurangi dengan penambahan mikroba pengurai dan ditambah molase agar terjadi perubahan dari amonia menjadi nitrit dan nitrat. Apabila dalam bentuk nitrat maka air itu aman untuk ikan dan bagus untuk tanaman karena berfungsi sebagai pupuk.

Melipatgandakan Profit Akuaponik

Posted in Business.