Pemulihan Ekonomi Nasional

Efektifkah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ?

Efektivitas skema program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berdasarkan PP 23/2020 menjadi pertanyaan penting dalam kebijakan publik. Pasalnya, skema tersebut dilakukan metode business to business (B2B) yang rentan dengan conflict of interest dari bank peserta. Bank peserta akan melakukan kesepakatan bisnis kepada bank pelaksana yang dianggap aman dengan suku bunga yang tinggi yaitu margin keuntungan internal ditambah suku bunga dana pemerintah, padahal di situasi krisis, kelangkaan likuiditas bank pelaksana akan menyebabkan bank tersebut menjadi bank tidak sehat.

Bank peserta (bank jangkar) akan memilah-milah mana bank yang patut dijadikan rekanannya karena bank peserta tidak mau menanggung resiko yang lebih besar dari restrukturisasi bank dan ketersediaan likuiditas bank jangkar juga terbatas menyebabkan proses penilaian bank pelaksana membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Dalam skema B2B tersebut, resiko terbesar ada pada bank jangkar sehingga efektivitas skema pemulihan ekonomi nasional berdasarkan PP 23/2020 tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Patut diingat juga, bahwa bank peserta juga telah memiliki masalahnya sendiri ditengah pandemi covid 19.

Rencana Penyelamatan Ekonomi Nasional melalui penempatan dana di sejumlah bank peserta untuk disalurkan kepada bank pelaksana sebagai upaya penyediaan likuiditas juga berpotensi melahirkan masalah baru terutama aspek teknis penerapannya.

Dalam penerapannya akan muncul dikotomi antara Bank Peserta dengan Bank Pelaksana termasuk sejumlah bank yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagaimana diatur Pasal 10 dan Pasal 11.

Melalui PP 23/2020 tersebut bila terjadi gagal sistemik justru bank-bank tersebut bakal menanggung resiko secara ekonomi ataupun hukum.

PP 23/2020 telah menjadikan Bank besar plat merah seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN yang memiliki ribuan triliun aset menjadi rentan. Karena program penyelamatan ekonomi melalui skema PEN dapat mempertaruhkan aset bank-bank tersebut.

Solusi Jangka Pendek.

Posted in Opini.